CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

3.06.2009

Platycerium sp.




Platycerium is a genus of ~ 18 fern species in the Polypod family, Polypodiaceae. Ferns in this genus are widely known as Staghorn or Elkhorn ferns due to their uniquely-shaped fronds. This genus is epiphytic and is native to tropical areas of South America, Africa, Southeast Asia, Australia and New Guinea1.
Close up of Elkhorn fern


Platycerium sporophytes (adult plants) have tufted roots growing from a short rhizome that bears two types of fronds, basal and fertile fronds. Basal fronds are sterile, shield or kidney shaped and laminate against the tree and protect the fern's roots from damage and desiccation.

In some Platycerium species the top margin of these fronds forms an open crown of lobes and thereby catches falling forest litter and water. Fertile fronds bear spores on their undersurface, are dichotomous or antler shaped and jut out or hang from the rhizome. The spores are born in sporangia clustered in large sori that are usually positioned on the lobes or at the sinus between frond lobes.

Some species of Platycerium are solitary having only one rhizome. Other species form colonies when their rhizomes branch or when new rhizomes are formed from root tips. If the conditions are right the spores will germinate naturally on surrounding trees. Platycerium gametophytes are a small heart shaped thallus.

Platycerium have diverged into four natural groups3. Several Platycerium are strongly adapted to xeric conditions and the drought tolerating mechanism Crassulacean Acid Metabolism has been reported for P. veitchii3.
Platycerium superbum

These oddly-shaped ferns can be found in gardens, especially tropical gardens. Staghorns can be propagated by spores produced on the underside of the fertile fronds. Colonial Platycerium can also be vegetatively propagated by carefully dividing large healthy ones into smaller, separate plants. These new plants can then be strapped to trees with an old stocking until they take to the tree themselves.

A mature staghorn can grow more than a meter wide. When positioned well, Platycerium species are able to add privacy and a natural look to a garden.

Scientific classification
Kingdom: Plantae
Division: Pteridophyta
Class: Pteridopsida
Order: Polypodiales
Family: Polypodiaceae
Genus: Platycerium


Species

* Platycerium andinum
* Platycerium alcicorne
* Platycerium bifurcatum
* Platycerium coronarium
* Platycerium elephantotis
* Platycerium ellissii
* Platycerium grande
* Platycerium hillii
* Platycerium holttumii
* Platycerium madagascariensis
* Platycerium ridleyi
* Platycerium stemaria
* Platycerium superbum
* Platycerium quadridichotomum
* Platycerium veitchii
* Platycerium wallichii
* Platycerium wandae
* Platycerium willinkii
copy from : http://en.wikipedia.org/wiki/Platycerium



[+/-] read mOre;)




Platycerium is a genus of ~ 18 fern species in the Polypod family, Polypodiaceae. Ferns in this genus are widely known as Staghorn or Elkhorn ferns due to their uniquely-shaped fronds. This genus is epiphytic and is native to tropical areas of South America, Africa, Southeast Asia, Australia and New Guinea1.
Close up of Elkhorn fern


Platycerium sporophytes (adult plants) have tufted roots growing from a short rhizome that bears two types of fronds, basal and fertile fronds. Basal fronds are sterile, shield or kidney shaped and laminate against the tree and protect the fern's roots from damage and desiccation.

In some Platycerium species the top margin of these fronds forms an open crown of lobes and thereby catches falling forest litter and water. Fertile fronds bear spores on their undersurface, are dichotomous or antler shaped and jut out or hang from the rhizome. The spores are born in sporangia clustered in large sori that are usually positioned on the lobes or at the sinus between frond lobes.

Some species of Platycerium are solitary having only one rhizome. Other species form colonies when their rhizomes branch or when new rhizomes are formed from root tips. If the conditions are right the spores will germinate naturally on surrounding trees. Platycerium gametophytes are a small heart shaped thallus.

Platycerium have diverged into four natural groups3. Several Platycerium are strongly adapted to xeric conditions and the drought tolerating mechanism Crassulacean Acid Metabolism has been reported for P. veitchii3.
Platycerium superbum

These oddly-shaped ferns can be found in gardens, especially tropical gardens. Staghorns can be propagated by spores produced on the underside of the fertile fronds. Colonial Platycerium can also be vegetatively propagated by carefully dividing large healthy ones into smaller, separate plants. These new plants can then be strapped to trees with an old stocking until they take to the tree themselves.

A mature staghorn can grow more than a meter wide. When positioned well, Platycerium species are able to add privacy and a natural look to a garden.

Scientific classification
Kingdom: Plantae
Division: Pteridophyta
Class: Pteridopsida
Order: Polypodiales
Family: Polypodiaceae
Genus: Platycerium


Species

* Platycerium andinum
* Platycerium alcicorne
* Platycerium bifurcatum
* Platycerium coronarium
* Platycerium elephantotis
* Platycerium ellissii
* Platycerium grande
* Platycerium hillii
* Platycerium holttumii
* Platycerium madagascariensis
* Platycerium ridleyi
* Platycerium stemaria
* Platycerium superbum
* Platycerium quadridichotomum
* Platycerium veitchii
* Platycerium wallichii
* Platycerium wandae
* Platycerium willinkii
copy from : http://en.wikipedia.org/wiki/Platycerium



rEaDh morE......

3.02.2009

sadarkah kita bahwa sin, cos, n' tan is the miracle words


okey,,,saya yakin..anda tahu maksud saya sesuai judul diatas karena saya yakin yang m'baca blog saya is the smart person...???


kEmeWahan (dlm segi finansial) itu ibarat,,,Sin 90 drjt....=0,,, bhwa tidak ada gunanya dalam kehidupan,,, penampilan n' tampang seeh kece, tppi klo' Allah yg mandang artine nol..??


Kehidupan ntu,, ibarat ,,cos 90 drjat = 1,, karena kte idup ing de world just satu kali,,,Ya,,ini kesempatan yg Allah berikan kepada kita ,, bhwa tidak blh,,menyia-nyiakan kehidupan, yang datengnye ming sepisan...
ingat surat al-ashr,,,tempel bner2 diotak "jangan sia2kan wktu,,"


aRRti persahabatan kie...kaya tan 90 drjt = (0) ta' terhingga, mkka drri ntu seorang sahabat yg bijak,,,cie,,, bakalan give the best 4 his/her friendship
jdi crri sahabat ntu juga susye,. drri ribuan orang just dia yg kita nanti...hmpf...

syukron 4 my best friend yg tlh menyadarkan drriQ bhwa math ntu b'arti...
jika slama nie,,,, jarak memisahkn kt akn tetapie ht ttp dlm lindunganNYA,,,



miz U forever,,,


[+/-] read mOre;)


okey,,,saya yakin..anda tahu maksud saya sesuai judul diatas karena saya yakin yang m'baca blog saya is the smart person...???


kEmeWahan (dlm segi finansial) itu ibarat,,,Sin 90 drjt....=0,,, bhwa tidak ada gunanya dalam kehidupan,,, penampilan n' tampang seeh kece, tppi klo' Allah yg mandang artine nol..??


Kehidupan ntu,, ibarat ,,cos 90 drjat = 1,, karena kte idup ing de world just satu kali,,,Ya,,ini kesempatan yg Allah berikan kepada kita ,, bhwa tidak blh,,menyia-nyiakan kehidupan, yang datengnye ming sepisan...
ingat surat al-ashr,,,tempel bner2 diotak "jangan sia2kan wktu,,"


aRRti persahabatan kie...kaya tan 90 drjt = (0) ta' terhingga, mkka drri ntu seorang sahabat yg bijak,,,cie,,, bakalan give the best 4 his/her friendship
jdi crri sahabat ntu juga susye,. drri ribuan orang just dia yg kita nanti...hmpf...

syukron 4 my best friend yg tlh menyadarkan drriQ bhwa math ntu b'arti...
jika slama nie,,,, jarak memisahkn kt akn tetapie ht ttp dlm lindunganNYA,,,



miz U forever,,,


rEaDh morE......

2.07.2009

kado kmenaNGan palestinna

Agresi kebiadaban Isreal di tanah Gaza Palestina, dalam waktu tiga pekan, berakhir sudah. Simbahan darah, reruntuhan bangunan, raung tangisan dan tetesan air mata dan darah para korban perang di Gaza telah terekam oleh potret sejarah.

Semua itu menjadi rentetan bukti kelaliman Zionist Israel terhadap umat manusia, khususnya Rakyat Pelestina. Rekaman perang Gaza menjadi abjad dari bilangan frustasi negara biadab itu terhadap tragedi kemanusiaan, utamanya warga Palestina.

Seolah, kamera zaman tidak pernah berhenti memotret kaum pembangkang itu, karena dalam setiap klik lensa sejarah, rekaman kelaliman, culas, biadab dan haus darah, selalu menjadi ciri jejak dari tapak kaki Zionist Israel di bumi Tuhan ini. Walau demikian, karakter angkuh Zionist Yahudi tetap masih mampu mengelabui, bahkan tetap menarik simpati dunia. Seakan apa yang mereka lakukan terhadap puak lain di jagad ini, merupakan pembelaan diri dan mempertahankan entitas kehidupan mereka. Dengan pengelabuan ini, opini dunia menjadi perangkat yang siaga untuk menggolongkan orang yang kontra dengan Zionits Yahudi menjadi puak teroris, militan, fundamentalis dan sederet istilah minor lainnya.

Penguasaan opini dunia oleh Yahudi sudah menjadi rahasia publik, karena kekuatan Zionist Yahudi menjamah semua sektor lintas kehidupan manusia. Pengaruh Yahudi menyelusup dalam pelbagai lini, baik media, ekonomi, politik dan bahkan militer. Sehingga, umat manusia hampir tidak mampu mengelak virus ”antrak” pengaruh umat yang dilaknat Tuhan tersebut.

Kehancuran peradaban manusia di belahan bumi ini, seakan sulit untuk menafikan andil dari umat yang selalu mengingkari semua utusan Tuhan itu. Henry Ford dalam bukunya ”The International Jew” mengungkapkan semua kekuatan Yahudi Internasional yang menggurita dan sekaligus menjadi alat kejahatan mereka terhadap puak lain di atas dunia. Karena menariknya buku Henry Ford itu, Geral L.K Smith dalam penutup prakatanya di buku tersebut sampai mengungkapkan ”setiap pembaca mustahil akan menolak logika Henry Ford, dan saya sepakat sepenuhnya dengan Henry Ford bahwa Amerika dan dunia membutuhkan pengetahuan tentang hakikat Yahudi, dan hakikat itu telah membebaskan kita dari segala kejahatan dan bahaya yang timbul dari kegiatan dan segala aktifitas permusuhan Yahudi”.

Barangkali dari sini, sebuah pertanyaan bergolak dalam benak seorang pemikir muslim, Mohamad Thahir Ulwani. Dalam tulisannya yang berjudul ”Gaza wa Khitab al-Malhamiyah al-Qur’aniyah Li Bani Israel” (Islamonline, 01/02/2009), Ulwani menulis, mengapa banyak sekali ulasan al-Qur’an yang berkaitan dengan Bani Israel, yang mengesankan bahwa seolah mereka mendapat prioritas bahasan dalam al-Qur’an. Ulwani beranalogi bahwa banyaknya ulasan al-Qur’an tentang Bani Israel serupa dengan banyaknya ulasan al-Qur’an tentang Iblis. Keberadaan Iblis dihadapkan pada posisi konfrontatif dengan nabi Adam.

Begitu juga dengan Bani Israel yang berada pada tempat konfrontasi dengan umat Islam. Dua kelompok yang popular tadi (Iblis dan Bani Isreal) merupakan tamsil kebiadaban yang selalu berada dalam possisi kontra dengan golongan Adam dan umat muslim. Karena kedua golongan terakhir ini berusaha menginvestasikan idealitas kebenaran dalam realitas umat manusia.

Sekiranya interpretasi Ulwani di atas ”patut” dijadikan sandaran, maka peta damai antara umat muslim Palestina dan Israel hanya mampu terwujud dalam dunia ilusi yang tidak pernah konkrit. Perdamain yang diobralkan pihak Zionist Israel dan pelbagai negara sekutu karibnya (Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa) hanyalah perdamaian yang licik dan timpang, karena hanya berpihak kepada kemaslahatan Zionist Yahudi semata. Hal ini karena, logika dari kekacauan di kawasan Arab sekarang yang sejatinya adalah problematika Palestina telah disulap oleh Zionist Yahudi menjadi persoalan bagi Israel. Artinya, perdamaian di kawasan Palestina disebabkan karena ketidaknyamanan Israel yang selalu dimusuhi Palestina, bukan sebaliknya.

Padahal faktanya sangat antagonis, ketidaknyamanan, banyaknya pengungsi rakyat Palestina disebabkan oleh bercokolnya Zionist Israel di tanah Arab tersebut. Bertolak dari titik ini, semua pemimpin dunia faham, dan lensa sejarah sudah merekamnya, bahwa keberadaan Israel di Palestina bukan akibat, tapi sebab, sehingga melahirkan ketidak harmonisan dan peperangan antar anak manusia di tanah suci sana. Akan tetapi, dalam realitas opini kekinian, seolah ranah ”akibat” lah yang mesti diselesaikan, dengan bersikap acuh terhadap sebab dari persoalan waqi’nya.

Dari realitas di atas, nampaknya arah terminal damai yang dituju melalui kendaraan diplomasi yang selama ini dijadikan softpower, dan andalan oleh pelbagai pihak yang mengagungkan kata damai, hanya ruang waktu bagi Israel untuk membuat kehancuran selanjutnya atas Palestina. Dengan demikian, eksistensi Hamas sebagai Organisasi Perlawanan (al-harakah al-muqawamah) bagi Umat Islam Palestina merupakan hal mesti ada. Entitas Hamas yang lahir dari rahim gerakan pembebasan merupakan jawaban yang tegas dan terhormat bagi Israel dan sekutunya.

Dengan slogan ”al-intisar aw al-syahadah” yang berarti menang atau syahid, setidaknya Hamas telah menunjukkan bukti slogan tersebut dalam perang tiga pekan dalam medan laga di Gaza.

Tidak banyak yang mengetahui, bahkan banyak yang menganggap sumir, bahwa dalam perang yang disebut Hamas dengan al-furqan di Gaza tersebut, tenyata mendulang kemenangan. Di atas catatan kertas dan hitungan angka kekuatan, rasanya anggapan mustahil kemenangan Hamas sangat mewakili rasionalitas. Akan tetapi, terkadang kemenangan tidak melulu berdasarkan kekuatan fakta hitungan angaka.

Kemenangan Hamas agaknya menempati urutan irasionalitas kekuatan angka tadi, laiknya seperti yang pernah terjadi dalam perang Badar dan Hunain.

Dalam pernyataan resmi Hamas, seperti yang dilansir website resmi al-Qassam tanggal 19/01/2009, jumlah tentara Zionist yang mati sebanyak 80 orang, disamping ratusan yang luka-luka dan cidera. Juga pasukan al-Qassam telah menghancurkan 47 tank baja Israel, menjatuhkan 4 helikopter dan satu pesawat pengintai. Sebaliknya korban dari pasukan al-Qassam hanya 40 orang yang syuhada dan 1300 orang syahid yang terdiri dari anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia.

Dari data ini disimpulkan bahwa perang Gaza dimenangkan oleh Hamas, mengingat jumlah korban yang berperang (tentara) dan peralatan perang, jelas korban Zionist Israel lebih banyak jumlahnya. Kemudian, dari target yang selama ini didengungkan Isreal untuk membasmi gerakan Hamas terbukti gagal total. Faktanya, sampai saat ini, Hamas tetap menjadi sebuah kekuatan yang solid dan bahkan menjadi prototype perjuangan umat manusia, khususnya umat muslim terhadap kebiadaban Zionist Isreal.

Kemenangan Hamas ini jelas tragedi memalukan sekaligus memilukan bagi Israel dan sekutunya. Bagaimana tidak, upaya yang dilakukan Israel untuk melumpuhkan Hamas bukan hanya saat menghujani bom-bom di tanah Gaza. Akan tetapi semenjak lahirnya Hamas menjadi sebuah gerakan perlawanan menghadapi Israel. Para pemimpin Hamas di penjara, rakyat mereka di embargo, namun semua itu bukan membuat mereka lemah. Justru cobaan itu menjadi vitamin yang selalu menambah vitalitas perjuangan. Inilah kekuatan yang pernah diungkapkan Rantisi ”bagi kami (Hamas), mati karena sakit jantung dan mati karena serangan Apache adalah sama-sama mati, tapi mati karena serangan Apache lebih kami cintai”.

Perang Gaza telah membungkus kado kemenangan berharga dari Hamas. Seolah kado kemenangan itu bertuliskan ”kemanangan umat akan diraih dengan percaya diri, ketulusan niat, keyakinan yang kuat, azam yang sehat dan tsiqah dengan pertolongan-Nya, dan untuk menghadapi kekuatan Zionist Isreal tidak mesti dengan cara diplomasi, karena mereka itu tidak pernah mau menerima pendapat orang lain”. Pesan ini juga yang kemudian dilontarkan PM Turki, Tayyib Ardogan kepada Simon Peres, kamu (Yahudi) memang tidak pernah mau mendengar! Waallahu alam

Penulis :

Hermanto Harun; Dosen Fak Syariah IAIN STS Jambi. Mahasiswa Program Doktor National University Of Malaysia.disadur dr www.eramuslim.com

[+/-] read mOre;)

Agresi kebiadaban Isreal di tanah Gaza Palestina, dalam waktu tiga pekan, berakhir sudah. Simbahan darah, reruntuhan bangunan, raung tangisan dan tetesan air mata dan darah para korban perang di Gaza telah terekam oleh potret sejarah.

Semua itu menjadi rentetan bukti kelaliman Zionist Israel terhadap umat manusia, khususnya Rakyat Pelestina. Rekaman perang Gaza menjadi abjad dari bilangan frustasi negara biadab itu terhadap tragedi kemanusiaan, utamanya warga Palestina.

Seolah, kamera zaman tidak pernah berhenti memotret kaum pembangkang itu, karena dalam setiap klik lensa sejarah, rekaman kelaliman, culas, biadab dan haus darah, selalu menjadi ciri jejak dari tapak kaki Zionist Israel di bumi Tuhan ini. Walau demikian, karakter angkuh Zionist Yahudi tetap masih mampu mengelabui, bahkan tetap menarik simpati dunia. Seakan apa yang mereka lakukan terhadap puak lain di jagad ini, merupakan pembelaan diri dan mempertahankan entitas kehidupan mereka. Dengan pengelabuan ini, opini dunia menjadi perangkat yang siaga untuk menggolongkan orang yang kontra dengan Zionits Yahudi menjadi puak teroris, militan, fundamentalis dan sederet istilah minor lainnya.

Penguasaan opini dunia oleh Yahudi sudah menjadi rahasia publik, karena kekuatan Zionist Yahudi menjamah semua sektor lintas kehidupan manusia. Pengaruh Yahudi menyelusup dalam pelbagai lini, baik media, ekonomi, politik dan bahkan militer. Sehingga, umat manusia hampir tidak mampu mengelak virus ”antrak” pengaruh umat yang dilaknat Tuhan tersebut.

Kehancuran peradaban manusia di belahan bumi ini, seakan sulit untuk menafikan andil dari umat yang selalu mengingkari semua utusan Tuhan itu. Henry Ford dalam bukunya ”The International Jew” mengungkapkan semua kekuatan Yahudi Internasional yang menggurita dan sekaligus menjadi alat kejahatan mereka terhadap puak lain di atas dunia. Karena menariknya buku Henry Ford itu, Geral L.K Smith dalam penutup prakatanya di buku tersebut sampai mengungkapkan ”setiap pembaca mustahil akan menolak logika Henry Ford, dan saya sepakat sepenuhnya dengan Henry Ford bahwa Amerika dan dunia membutuhkan pengetahuan tentang hakikat Yahudi, dan hakikat itu telah membebaskan kita dari segala kejahatan dan bahaya yang timbul dari kegiatan dan segala aktifitas permusuhan Yahudi”.

Barangkali dari sini, sebuah pertanyaan bergolak dalam benak seorang pemikir muslim, Mohamad Thahir Ulwani. Dalam tulisannya yang berjudul ”Gaza wa Khitab al-Malhamiyah al-Qur’aniyah Li Bani Israel” (Islamonline, 01/02/2009), Ulwani menulis, mengapa banyak sekali ulasan al-Qur’an yang berkaitan dengan Bani Israel, yang mengesankan bahwa seolah mereka mendapat prioritas bahasan dalam al-Qur’an. Ulwani beranalogi bahwa banyaknya ulasan al-Qur’an tentang Bani Israel serupa dengan banyaknya ulasan al-Qur’an tentang Iblis. Keberadaan Iblis dihadapkan pada posisi konfrontatif dengan nabi Adam.

Begitu juga dengan Bani Israel yang berada pada tempat konfrontasi dengan umat Islam. Dua kelompok yang popular tadi (Iblis dan Bani Isreal) merupakan tamsil kebiadaban yang selalu berada dalam possisi kontra dengan golongan Adam dan umat muslim. Karena kedua golongan terakhir ini berusaha menginvestasikan idealitas kebenaran dalam realitas umat manusia.

Sekiranya interpretasi Ulwani di atas ”patut” dijadikan sandaran, maka peta damai antara umat muslim Palestina dan Israel hanya mampu terwujud dalam dunia ilusi yang tidak pernah konkrit. Perdamain yang diobralkan pihak Zionist Israel dan pelbagai negara sekutu karibnya (Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa) hanyalah perdamaian yang licik dan timpang, karena hanya berpihak kepada kemaslahatan Zionist Yahudi semata. Hal ini karena, logika dari kekacauan di kawasan Arab sekarang yang sejatinya adalah problematika Palestina telah disulap oleh Zionist Yahudi menjadi persoalan bagi Israel. Artinya, perdamaian di kawasan Palestina disebabkan karena ketidaknyamanan Israel yang selalu dimusuhi Palestina, bukan sebaliknya.

Padahal faktanya sangat antagonis, ketidaknyamanan, banyaknya pengungsi rakyat Palestina disebabkan oleh bercokolnya Zionist Israel di tanah Arab tersebut. Bertolak dari titik ini, semua pemimpin dunia faham, dan lensa sejarah sudah merekamnya, bahwa keberadaan Israel di Palestina bukan akibat, tapi sebab, sehingga melahirkan ketidak harmonisan dan peperangan antar anak manusia di tanah suci sana. Akan tetapi, dalam realitas opini kekinian, seolah ranah ”akibat” lah yang mesti diselesaikan, dengan bersikap acuh terhadap sebab dari persoalan waqi’nya.

Dari realitas di atas, nampaknya arah terminal damai yang dituju melalui kendaraan diplomasi yang selama ini dijadikan softpower, dan andalan oleh pelbagai pihak yang mengagungkan kata damai, hanya ruang waktu bagi Israel untuk membuat kehancuran selanjutnya atas Palestina. Dengan demikian, eksistensi Hamas sebagai Organisasi Perlawanan (al-harakah al-muqawamah) bagi Umat Islam Palestina merupakan hal mesti ada. Entitas Hamas yang lahir dari rahim gerakan pembebasan merupakan jawaban yang tegas dan terhormat bagi Israel dan sekutunya.

Dengan slogan ”al-intisar aw al-syahadah” yang berarti menang atau syahid, setidaknya Hamas telah menunjukkan bukti slogan tersebut dalam perang tiga pekan dalam medan laga di Gaza.

Tidak banyak yang mengetahui, bahkan banyak yang menganggap sumir, bahwa dalam perang yang disebut Hamas dengan al-furqan di Gaza tersebut, tenyata mendulang kemenangan. Di atas catatan kertas dan hitungan angka kekuatan, rasanya anggapan mustahil kemenangan Hamas sangat mewakili rasionalitas. Akan tetapi, terkadang kemenangan tidak melulu berdasarkan kekuatan fakta hitungan angaka.

Kemenangan Hamas agaknya menempati urutan irasionalitas kekuatan angka tadi, laiknya seperti yang pernah terjadi dalam perang Badar dan Hunain.

Dalam pernyataan resmi Hamas, seperti yang dilansir website resmi al-Qassam tanggal 19/01/2009, jumlah tentara Zionist yang mati sebanyak 80 orang, disamping ratusan yang luka-luka dan cidera. Juga pasukan al-Qassam telah menghancurkan 47 tank baja Israel, menjatuhkan 4 helikopter dan satu pesawat pengintai. Sebaliknya korban dari pasukan al-Qassam hanya 40 orang yang syuhada dan 1300 orang syahid yang terdiri dari anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia.

Dari data ini disimpulkan bahwa perang Gaza dimenangkan oleh Hamas, mengingat jumlah korban yang berperang (tentara) dan peralatan perang, jelas korban Zionist Israel lebih banyak jumlahnya. Kemudian, dari target yang selama ini didengungkan Isreal untuk membasmi gerakan Hamas terbukti gagal total. Faktanya, sampai saat ini, Hamas tetap menjadi sebuah kekuatan yang solid dan bahkan menjadi prototype perjuangan umat manusia, khususnya umat muslim terhadap kebiadaban Zionist Isreal.

Kemenangan Hamas ini jelas tragedi memalukan sekaligus memilukan bagi Israel dan sekutunya. Bagaimana tidak, upaya yang dilakukan Israel untuk melumpuhkan Hamas bukan hanya saat menghujani bom-bom di tanah Gaza. Akan tetapi semenjak lahirnya Hamas menjadi sebuah gerakan perlawanan menghadapi Israel. Para pemimpin Hamas di penjara, rakyat mereka di embargo, namun semua itu bukan membuat mereka lemah. Justru cobaan itu menjadi vitamin yang selalu menambah vitalitas perjuangan. Inilah kekuatan yang pernah diungkapkan Rantisi ”bagi kami (Hamas), mati karena sakit jantung dan mati karena serangan Apache adalah sama-sama mati, tapi mati karena serangan Apache lebih kami cintai”.

Perang Gaza telah membungkus kado kemenangan berharga dari Hamas. Seolah kado kemenangan itu bertuliskan ”kemanangan umat akan diraih dengan percaya diri, ketulusan niat, keyakinan yang kuat, azam yang sehat dan tsiqah dengan pertolongan-Nya, dan untuk menghadapi kekuatan Zionist Isreal tidak mesti dengan cara diplomasi, karena mereka itu tidak pernah mau menerima pendapat orang lain”. Pesan ini juga yang kemudian dilontarkan PM Turki, Tayyib Ardogan kepada Simon Peres, kamu (Yahudi) memang tidak pernah mau mendengar! Waallahu alam

Penulis :

Hermanto Harun; Dosen Fak Syariah IAIN STS Jambi. Mahasiswa Program Doktor National University Of Malaysia.disadur dr www.eramuslim.com

rEaDh morE......

Smpai di ti2k nadhiR


Titik futur dmana hnya ada t'get dlam diri..dan q yang terus berdiRRi,,,
ktika kmulai pG...hnya stetes embun yg kdapati,,,
Masihkah kubutuh zeal Q??? msihkah q butuh sOULq...
Dnia ini bkan ldnG sia2...tp ladang..buat diriq kembali..spt duluu lg,,,JADI... ketika ustadz X (red:org yg slalu m'bina jw kamii) mlai menapakkan tubuh di siang bolong saat tu...smbil nenteng laptop dr mimpinya yg bisa terwujjud..subhanaLLah... m'brikn motivasi kpd kami tuq mrajut mimpii.. indahnya akhirat m'alahkn indhnya bumii ini...THEN.thanks to maz danaNG,,yg tlah mnorehkn mimpinya...di k'tas impiannya,,, buatQ jddi folow mimpinya,,,>ta' lupa ustdz X...yg tlah kmblikkan jasadQ...dan ustdzhY.. yg tlah m'brikan air dlam Zealq...Q rinduu kaliann??? kini kumlai kmbli hidup di tpi brat stiap pg..wlau awan mendung terus m'dorongq tuq b'buat nista,,,look me...dnia,,,...jaga smangat sperti postingq sbelumnya... next time , ingatkan aQ ktika lupa thdNYA...sindir aq dg pedang yg bisa m'belah jiwa,,, biar Q sadar klo' aq slah,, mengigatNYA dsiap wktu..., is the right street... drpd bingUng mikirin insan yg laeen,,, To my parents;)) keep me... rinduu kliaan... kini ladang itu ombak truz m'hempas,,stinggi 4 m. jmbatan futurq hmpir broken tp klian slalu d blakngQ... wlw jaRak memisahkn kt tp ht ttp b'sm,, horre.. Q yakin,,, kdua ortuq..always give pray to me...

[+/-] read mOre;)


Titik futur dmana hnya ada t'get dlam diri..dan q yang terus berdiRRi,,,
ktika kmulai pG...hnya stetes embun yg kdapati,,,
Masihkah kubutuh zeal Q??? msihkah q butuh sOULq...
Dnia ini bkan ldnG sia2...tp ladang..buat diriq kembali..spt duluu lg,,,JADI... ketika ustadz X (red:org yg slalu m'bina jw kamii) mlai menapakkan tubuh di siang bolong saat tu...smbil nenteng laptop dr mimpinya yg bisa terwujjud..subhanaLLah... m'brikn motivasi kpd kami tuq mrajut mimpii.. indahnya akhirat m'alahkn indhnya bumii ini...THEN.thanks to maz danaNG,,yg tlah mnorehkn mimpinya...di k'tas impiannya,,, buatQ jddi folow mimpinya,,,>ta' lupa ustdz X...yg tlah kmblikkan jasadQ...dan ustdzhY.. yg tlah m'brikan air dlam Zealq...Q rinduu kaliann??? kini kumlai kmbli hidup di tpi brat stiap pg..wlau awan mendung terus m'dorongq tuq b'buat nista,,,look me...dnia,,,...jaga smangat sperti postingq sbelumnya... next time , ingatkan aQ ktika lupa thdNYA...sindir aq dg pedang yg bisa m'belah jiwa,,, biar Q sadar klo' aq slah,, mengigatNYA dsiap wktu..., is the right street... drpd bingUng mikirin insan yg laeen,,, To my parents;)) keep me... rinduu kliaan... kini ladang itu ombak truz m'hempas,,stinggi 4 m. jmbatan futurq hmpir broken tp klian slalu d blakngQ... wlw jaRak memisahkn kt tp ht ttp b'sm,, horre.. Q yakin,,, kdua ortuq..always give pray to me...

rEaDh morE......

2.06.2009

Merrajut...semangat


Membuat semangat menjadi lebih nikmat,,,karena seringkali semangat selalu datang tiba-tiba dengan landasan yang sangat kuat,,sebagai contoh: ketika seorang sedang terobsesi dengan suatu hal yang menurut dirinya sangat berarti dalam hiduuP... pasti dia akan mengejar hal itu dengan semangat yang luar biasa...:)dilansasi dengan kegigihan untuk mewujudkannya...jika anda terobsesi dengan suatu hal pasti ada rasa nekat yang tertuang disana tanpa peduli resiko sebesar mount evrest...alam bawah sadar tdk'kan bisa mendeteksi brp % anda mengejar obsesi...serta resiiko yang akan anda Alami. Mka apa artinya obsesi tanpa sebuah motivasi... seakan obsesi anda luntur jika rasa semangat tidak dapat anda kelola dalam diri anda...,,, be Ur self...
>...lakukan reboisasi motivasi dalam dirri anda...
>...jangan pupuskan obsesi d,,tngah jlan raya shinGga bwt diri anda t'tabrak truGandeng...wa,,,(jangan bilang anda menyerRah..KUNO) hehehe:P
>...bukaa hati...jangan smpe' krs kyya' batu...taruh spirit dlm ht nurani...

bosan untuk mnderita,,,, snenG dech pstnG lggi....:(

[+/-] read mOre;)


Membuat semangat menjadi lebih nikmat,,,karena seringkali semangat selalu datang tiba-tiba dengan landasan yang sangat kuat,,sebagai contoh: ketika seorang sedang terobsesi dengan suatu hal yang menurut dirinya sangat berarti dalam hiduuP... pasti dia akan mengejar hal itu dengan semangat yang luar biasa...:)dilansasi dengan kegigihan untuk mewujudkannya...jika anda terobsesi dengan suatu hal pasti ada rasa nekat yang tertuang disana tanpa peduli resiko sebesar mount evrest...alam bawah sadar tdk'kan bisa mendeteksi brp % anda mengejar obsesi...serta resiiko yang akan anda Alami. Mka apa artinya obsesi tanpa sebuah motivasi... seakan obsesi anda luntur jika rasa semangat tidak dapat anda kelola dalam diri anda...,,, be Ur self...
>...lakukan reboisasi motivasi dalam dirri anda...
>...jangan pupuskan obsesi d,,tngah jlan raya shinGga bwt diri anda t'tabrak truGandeng...wa,,,(jangan bilang anda menyerRah..KUNO) hehehe:P
>...bukaa hati...jangan smpe' krs kyya' batu...taruh spirit dlm ht nurani...

bosan untuk mnderita,,,, snenG dech pstnG lggi....:(

rEaDh morE......